Liburan lebih hemat dan menyenangkan bersama para lokal guide Indonesia.

Cerita Tangkuban Perahu

0

Cerita Tangkuban Perahu – Asal usul Gunung Tangkuban Perahu merupakan cerita rakyat yang sangat terkenal dari zaman dahulu hingga saat ini. Sama seperti gunung-gunung di Indonesia lainnya, gunung ini mempunyai cerita rakyat tangkuban perahu yang diturunkan secara turun-temurun. Cerita yang merupakan asal usul terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu yaitu Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Tentu Anda tidak asing dengan legenda yang satu ini.

Pada zaman dahulu, ada seorang wanita cantik yang bernama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi hidup berdua dengan putranya yang bernama Sangkuriang di hutan belantara. Dayang Sumbi sangat menyayangi putranya dan hidup bahagia bersama seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Si Tumang adalah ayah kandung dari Sangkuriang.

Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Cerita Rakyat Tangkuban Perahu

Pada suatu hari, Sangkuriang membuat kesalahan. Sangkuriang bersama si Tumang pergi berburu rusa ke hutan. Hingga sore hari, Sangkuriang tidak mendapatkan seekor rusa yang dapat ia buru. Karena Sangkuriang tidak ingin mengecewakan ibunya, ia memutuskan untuk membunuh si Tumang yang sebenarnya adalah ayahnya. Setelah Sangkuriang membunuh si Tumang kemudian ia membawa dagingnya pulang ke rumah.

Setibanya Sangkuriang dirumah, Dayang Sumbi langsung memasak daging yang dibawa anaknya. Setelah selesai makan, Dayang Sumbi menyadari bahwa si Tumang tidak ada di rumahnya. Dayang Sumbi kebingungan mencari si Tumang. Lalu, Sangkuriang mengaku bahwa daging yang telah mereka makan adalah si Tumang. Dayang Sumbi marah besar mendengar ucapan yang keluar dari Sangkuriang. Dayang Sumbi melempar Sangkuriang dengan batu hingga mengenai kepalanya dan mengusir Sangkuriang dari rumah.

Dayang Sumbi menyesal telah mengusir anak kesayangannya. Siang dan malam Dayang Sumbi tak henti-hentinya berdoa agar diberi umur yang panjang dan awet muda agar dapat bertemu Sangkuriang.

Legenda Tangkuban Perahu

Beberapa tahun kemudian, Dayang Sumbi dan Sangkuriang bertemu. Dayang Sumbi masih awet muda dan tetap cantik, sedangkan Sangkuriang telah tumbuh menjadi lelaki dewasa yang tampan. Singkat cerita, setelah mereka bertemu Dayang Sumbi dan Sangkuriang saling mencintai.

Suatu hari, Sangkuriang ingin menikahi Dayang Sumbi. Kemudian Dayang Sumbi tanpa sengaja melihat bekas luka di kepala Sangkuriang, sontak tersadar bahwa Sangkuriang adalah anaknya yang telah ia usir. Dayang Sumbi mencari berbagai cara agar mereka tidak jadi menikah. Setelah Dayang Sumbi mendapatkan pertunjuk, ia bertemu Sangkuriang dan mengajukan syarat pada Sangkuriang. Apabila Sangkuriang ingin menikahinya harus membuat danau dan perahu dalam waktu semalam agar keesokan harinya mereka dapat mengelilingi danau berdua.

Akhir dari Cerita Tangkuban Perahu

Fajar mulai menyingsing, perahu dan danau yang dibuat Sangkuriang hampir selesai, Dayang Sumbi berdoa agar matahari segera terbit dan Sangkuriang gagal. Ternyata doa Dayang Sumbi terkabul, matahari terbit, dan perahu yang dibuat Sangkuriang belum selesai. Karena Sangkuriang gagal, ia marah dan menendang perahu setengah jadi tersebut ke tengah danau.  Perahu jatuh ke tengah danau dengan posisi terbalik. Nah, perahu terbalik itulah yang kemudian disebut Gunung Tangkuban Perahu. Begitulah cerita tangkuban perahu yang beredad dimasyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.